Puisi
Seindah senja yang berselimut mendung
Mengunci pada kantuk yang melukis peraduan
Seindah itu pula yang bersemayam dalam dadaku
Mengunyah rindu yang makin menumpuk
Saat kudapati sinar matamu
Menyongsong langit-langit megah
Kesiup senyummu membakar rapuhku yang sempat lenyap
Dihantam badai ragu
Sungguhkah ini anugrah?
Membiarkan anganku terus menulis apapun tentangmu
Terbata dalam cakap
Tertatih dalam jejak terkulai dalam senyap
Terluka dalam penantian
Terpatuk dalam cintamu satu-satunya
Inikah anugrah?mungkin dalam guyuran
Gerimis aku bisa temukan jawabannya
Langit mengutup
Dicumbu mendung dan gerimis
Yang turun sedari pagi
Aku lelep[ dalam tidur tanpa mimpi
Terlalu banyak kenangan yang tumpah
Disore kemarin
Hingga malam nkupun terlewati
Tanpa angan dan khayal lagi
Jumat, 13 Maret 2009
Puisiku
20.10 Diposting oleh faizal nur alim
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar